Kamis, 07 Februari 2013

skripsi bab 1








BAB I
PENDAHULUAN



1.1  Latar Belakang

Lampung merupakan gerbang Pulau Sumatera. Kalimat ini tercipta karena  jika melakukan perjalanan dengan menggunakan rute laut untuk menempuh perjalanan ke seluruh kota di Pulau Sumatera, maka setelah melintasi Selat Sunda terlebih dahulu akan melewati Lampung. Secara geografis Lampung terletak antara 3.45’ sampai dengan 6.45’ Lintang Selatan dan 103.40’ sampai dengan 105.40’ Bujur Timur. Berada di ujung Selatan Sumatera dengan luas wilayah 35.288,35 Km2 yang di dalamnya termasuk 54 pulau dan 14 kabupaten/kota.

Selain wilayahnya yang strategis, Lampung memiliki banyak kawasan pantai yang tidak kalah keindahannya dibandingkan dengan pantai di Bali yang telah mendunia. Terdapat beragam potensi pariwisata dengan spesifikasi dan keunikan yang berbeda berlandaskan asas ekonomi, sosial konservasi dan pelestarian lingkungan serta budaya.[1] Belakangan ini budaya dan pariwisata Lampung sudah mulai sering di blow up oleh media massa. Beberapa televisi swasta nasional memuat unsur budaya dan pariwisata Lampung dalam acara yang mereka tayangkan. Seperti misalnya Lampung pernah dijadikan salah satu lokasi pengambilan gambar program acara Tukul Jalan - Jalan[2] dengan memamerkan koleksi benda purbakala dan kebudayaan Lampung juga acara Redaksi Siang[3] yang mengangkat tentang kopi luwak yang diminum sambil menikmati keindahan pantai Lampung Barat.

Selain data yang disebutkan di atas, pemilihan dan pengiriman duta budaya dan pariwisata (muli mekhanai, duta pariwisata), Festival Krakatau yang merupakan rangkaian kegiatan dengan mengangkat tentang budaya dan pariwisata Lampung telah masuk ke dalam agenda tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung. Festival Krakatau dinilai sukses karena tak hanya mendapat apresiasi dari masyarakat Lampung, kegiatan ini terbukti mendapatkan perhatian dari wisatawan nusantara maupun mancanegara  hingga dapat berlangsung sebanyak 22 kali[4].

Hal tersebut di atas membuktikan budaya dan parwisata Lampung telah diketahui dan dikenal masyarakat luas bahkan diminati oleh para wisatawan, pernyataan ini didukung pula dengan data yang dimiliki oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung, tercatat bahwa terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada jumlah wisatawan setiap tahunnya.[5]

Tabel 1. Jumlah Wisatawan di Lampung
No.
Tahun
Jumlah Wisatawan
Total
Persentase kenaikan per tahun
Nusantara
Mancanegara
1
2004
577. 804
3.626
581.430

2
2005
689.112
3.682
692. 794
16 %
3
2006
843.768
6.893
850.061
18,5 %
4
2007
1.176.581
8.832
1.185.413
28%
5
2008
1.448.059
10.028
1.458.087
18,7%
6
2009
1.982.910
36.942
2.019.852
27,8%
7
2010
2.136.103
37.503
2.173.606
7 %
8
2011
2.285.630
38.628
2.324.258
6%

Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung, Desember 2011, Database Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung Dalam Angka – Arus2

Untuk menjadikan budaya dan pariwisata Lampung dikenal oleh masyarakat luas dan bahkan menjadi salah satu tujuan utama wisatawan, maka budaya dan pariwisata Lampung perlu dikomunikasikan kepada masyarakat luas melalui promosi budaya dan pariwisata. Budaya dan pariwisata adalah hal yang sifatnya dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Kebudayaan Lampung seperti tarian dan kain tapis memang tidak berubah bentuk dan jenisnya, namun seiring majunya teknologi dan masuknya kebudayaan asing maka kebudayaan Lampung pun perlu melakukan inovasi dalam kegiatan promosinya agar tetap lestari. Bukan mengganti atau menghilangkan karakteristik dari kebudayaan tersebut, akan tetapi memberikan sentuhan baru melalui ide-ide segar agar kebudayaan yang sudah ada tidak terkesan usang.

Promosi berbeda dengan pemasaran, dimana promosi hanya merupakan salah satu bagian dari kegiatan pemasaran. Walaupun promosi sering dihubungkan dengan penjualan tetapi kenyataannya promosi mempunyai arti yang lebih luas dari sekedar penjualan karena penjualan hanya berhubungan dengan pertukaran hak milik yang dilakukan oleh tenaga penjual kepada konsumennya, sedangkan promosi adalah setiap aktivitas yang ditujukan untuk memberitahukan, membujuk, atau mempengaruhi konsumen untuk tertarik dan atau tetap tertarik dengan apa yang dipromosikan.

Menurut Swastha dan Irawan (2003: 37) promosi adalah arus informasi dan persuasi suatu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran. Untuk menunjang kegiatan promosi tersebut diperlukan kegiatan pelaksanaan promosi. Kegiatan-kegiatan promosi tersebut adalah periklanan, penjualan, publisitas dan pemasaran langsung (Chandra, 2002: 178).

Dalam pelaksanaan kegiatan promosi diperlukan strategi yang baik untuk dapat meningkatkan kesempatan dalam mencapai tujuan atau sasaran. Liliweri dalam bukunya tertulis bahwa strategi komunikasi menjelaskan tahapan konkret dalam rangkaian aktivitas komunikasi yang berbasis pada satuan teknik bagi pengimplementasian tujuan komunikasi. Strategi komunikasi berperan untuk memfasilitasi perubahan perilaku dalam mencapai tujuan komunikasi manajemen (2011: 240).

Perumusan strategi dalam kegiatan promosi memerlukan peran PR (public relations) atau dalam bahasa Indonesia sering disebut humas (hubungan masyarakat), karena pada beberapa perusahaan atau instansi PR dilibatkan dalam pembuatan keputusan tentang tujuan dan sasaran program. (Cutlip, 2009: 356). Nyatanya tidak seluruh instansi memiliki PR, akan tetapi fungsi kerja seorang PR yang menangani citra dari kinerja instansi harus tetap terisi. Hal ini dapat disebabkan karena perusahaan/lembaga/instansi tersebut kekurangan sumber daya manusia yang berkompeten mengisi posisi PR dan atau perusahaan tidak ingin mengeluarkan biaya besar untuk menambah tenaga kerjanya.

Kegiatan promosi kebudayaan dan pariwisata Lampung merupakan tanggung jawab pemerintah daerah Lampung yang dipegang oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung khususnya bidang pemasaran dengan seksi promosi dan pemasaran pariwisata, tanpa peran seorang PR atau humas. Melalui kegiatan promosi budaya dan pariwisata Lampung maka akan banyak wisatawan nusantara dan mancanegara yang datang, dengan begitu pendapatan daerah pun akan meningkat, hal ini menjadi suatu keuntungan bagi sektor perekonomian Lampung yang akan merambat ke sektor lainnya. Kegiatan promosi berkaitan dengan salah satu target Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang tertulis pada Renstra yaitu meningkatkan arus kunjungan wisatawan rata-rata 10 hingga 15 % per tahunnya, peneliti merasa tertarik meneliti strategi komunikasi yang digunakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung dalam kegiatan promosi budaya dan pariwisata di Provinsi Lampung untuk mencapai target seperti tertulis di atas.
1.2  Rumusan Masalah

Rumusan masalah merupakan fokus dari permasalahan yang diteliti dari suatu fenomena sebagai batasan dari masalah yang akan diteliti (Moleong, 2010: 92). Berdasarkan latar belakang yang tertulis di atas, maka dalam penelitian ini terumuskan rumusan masalah yaitu: Bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung dalam mempromosikan budaya dan pariwisata Lampung?

1.3  Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi komunikasi yang digunakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung dalam mempromosikan budaya dan pariwisata Lampung.


1.4  Kegunaan Penelitian

1.      Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih sebagai literatur ataupun referensi bagi yang tertarik dengan penelitian ilmiah yang berhubungan dengan strategi komunikasi dalam kegiatan promosi.
2.      Secara praktis penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi sebagai bahan evaluasi bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung maupun perusahaan/lembaga/instansi serupa dan terkait.


[1] Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung, Selamat Datang di Lampung, hal.5
[2]   Awan Aprian, 16 Oktober 2011, Tukul Jalan-Jalan #Part2, www.youtube.com/watch?v=ANReeKP0EA8, Diunduh pada 13 Oktober 2012, 18.00

[3]   Prajalambar, 27 April 2011, Kopi Luwak Lampung Barat di Redaksi Pagi Trans 7 www.katerliwa.com http://www.youtube.com/watch?v=ThAspbliKjU, Diunduh pada 19 Oktober 2012

[4]   Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung, 2012, Agenda, http://www.visitlampung.net , Diunduh pada 28 November 2012
[5]   Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung, 2009,  Rencana Strategi Tahun 2010 – 2014, hal.10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar