BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Lampung
merupakan gerbang Pulau Sumatera. Kalimat ini tercipta karena jika melakukan perjalanan dengan menggunakan
rute laut untuk menempuh perjalanan ke seluruh kota di Pulau Sumatera, maka
setelah melintasi Selat Sunda terlebih dahulu akan melewati Lampung. Secara
geografis Lampung terletak antara 3.45’ sampai dengan 6.45’ Lintang Selatan dan
103.40’ sampai dengan 105.40’ Bujur Timur. Berada di ujung Selatan Sumatera
dengan luas wilayah 35.288,35 Km2 yang di dalamnya termasuk 54 pulau
dan 14 kabupaten/kota.
Selain
wilayahnya yang strategis, Lampung memiliki banyak kawasan pantai yang tidak
kalah keindahannya dibandingkan dengan pantai di Bali yang telah mendunia. Terdapat
beragam potensi pariwisata dengan spesifikasi dan keunikan yang berbeda berlandaskan
asas ekonomi, sosial konservasi dan pelestarian lingkungan serta budaya.[1]
Belakangan ini budaya dan pariwisata Lampung sudah mulai sering di blow up oleh media massa. Beberapa
televisi swasta nasional memuat unsur budaya dan pariwisata Lampung dalam acara
yang mereka tayangkan. Seperti misalnya Lampung pernah dijadikan salah satu lokasi
pengambilan gambar program acara Tukul Jalan
- Jalan[2] dengan
memamerkan koleksi benda purbakala dan kebudayaan Lampung juga acara Redaksi Siang[3]
yang mengangkat tentang kopi luwak yang diminum sambil menikmati
keindahan pantai Lampung Barat.
Selain data yang
disebutkan di atas, pemilihan dan pengiriman duta budaya dan pariwisata (muli
mekhanai, duta pariwisata), Festival Krakatau yang merupakan rangkaian kegiatan
dengan mengangkat tentang budaya dan pariwisata Lampung telah masuk ke dalam
agenda tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung. Festival
Krakatau dinilai sukses karena tak hanya mendapat apresiasi dari masyarakat
Lampung, kegiatan ini terbukti mendapatkan perhatian dari wisatawan nusantara
maupun mancanegara hingga dapat
berlangsung sebanyak 22 kali[4].
Hal tersebut di
atas membuktikan budaya dan parwisata Lampung telah diketahui dan dikenal
masyarakat luas bahkan diminati oleh para wisatawan, pernyataan ini didukung
pula dengan data yang dimiliki oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi
Lampung, tercatat bahwa terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada jumlah
wisatawan setiap tahunnya.[5]
Tabel 1. Jumlah
Wisatawan di Lampung
No.
|
Tahun
|
Jumlah Wisatawan
|
Total
|
Persentase
kenaikan per tahun
|
|
Nusantara
|
Mancanegara
|
||||
1
|
2004
|
577. 804
|
3.626
|
581.430
|
|
2
|
2005
|
689.112
|
3.682
|
692. 794
|
16 %
|
3
|
2006
|
843.768
|
6.893
|
850.061
|
18,5 %
|
4
|
2007
|
1.176.581
|
8.832
|
1.185.413
|
28%
|
5
|
2008
|
1.448.059
|
10.028
|
1.458.087
|
18,7%
|
6
|
2009
|
1.982.910
|
36.942
|
2.019.852
|
27,8%
|
7
|
2010
|
2.136.103
|
37.503
|
2.173.606
|
7 %
|
8
|
2011
|
2.285.630
|
38.628
|
2.324.258
|
6%
|
Sumber: Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung, Desember 2011, Database Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung Dalam Angka –
Arus2
Untuk menjadikan
budaya dan pariwisata Lampung dikenal oleh masyarakat luas dan bahkan menjadi
salah satu tujuan utama wisatawan, maka budaya dan pariwisata Lampung perlu
dikomunikasikan kepada masyarakat luas melalui promosi budaya dan pariwisata. Budaya dan
pariwisata adalah hal yang sifatnya dapat berubah sesuai dengan perkembangan
zaman. Kebudayaan Lampung seperti tarian dan kain tapis memang tidak berubah
bentuk dan jenisnya, namun seiring majunya teknologi dan masuknya kebudayaan
asing maka kebudayaan Lampung pun perlu melakukan inovasi dalam kegiatan
promosinya agar tetap lestari. Bukan mengganti atau menghilangkan karakteristik
dari kebudayaan tersebut, akan tetapi memberikan sentuhan baru melalui ide-ide segar
agar kebudayaan yang sudah ada tidak terkesan usang.
Promosi berbeda dengan pemasaran, dimana promosi
hanya merupakan salah satu bagian dari kegiatan pemasaran.
Walaupun promosi
sering dihubungkan dengan penjualan tetapi kenyataannya promosi mempunyai arti
yang lebih luas dari sekedar penjualan karena penjualan hanya berhubungan
dengan pertukaran hak milik yang dilakukan oleh tenaga penjual kepada
konsumennya, sedangkan promosi adalah setiap aktivitas yang ditujukan untuk
memberitahukan, membujuk, atau mempengaruhi konsumen untuk tertarik dan atau
tetap tertarik dengan apa yang dipromosikan.
Menurut Swastha dan Irawan (2003: 37) promosi adalah arus
informasi dan persuasi suatu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau
organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran. Untuk
menunjang kegiatan promosi tersebut diperlukan kegiatan pelaksanaan promosi.
Kegiatan-kegiatan promosi tersebut adalah periklanan, penjualan, publisitas dan
pemasaran langsung (Chandra, 2002: 178).
Dalam
pelaksanaan kegiatan promosi diperlukan strategi yang baik untuk dapat
meningkatkan kesempatan dalam mencapai tujuan atau sasaran. Liliweri dalam
bukunya tertulis bahwa strategi komunikasi menjelaskan tahapan konkret dalam
rangkaian aktivitas komunikasi yang berbasis pada satuan teknik bagi
pengimplementasian tujuan komunikasi. Strategi komunikasi berperan untuk memfasilitasi
perubahan perilaku dalam mencapai tujuan komunikasi manajemen (2011: 240).
Perumusan
strategi dalam kegiatan promosi memerlukan peran PR (public relations) atau dalam bahasa Indonesia sering disebut humas
(hubungan masyarakat), karena pada beberapa perusahaan atau instansi PR
dilibatkan dalam pembuatan keputusan tentang tujuan dan sasaran program.
(Cutlip, 2009: 356). Nyatanya tidak seluruh instansi memiliki PR, akan tetapi
fungsi kerja seorang PR yang menangani citra dari kinerja instansi harus tetap
terisi. Hal ini dapat disebabkan karena perusahaan/lembaga/instansi tersebut
kekurangan sumber daya manusia yang berkompeten mengisi posisi PR dan atau
perusahaan tidak ingin mengeluarkan biaya besar untuk menambah tenaga kerjanya.
Kegiatan promosi
kebudayaan dan pariwisata Lampung merupakan tanggung jawab pemerintah daerah
Lampung yang dipegang oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung
khususnya bidang pemasaran dengan seksi promosi dan pemasaran pariwisata, tanpa
peran seorang PR atau humas. Melalui kegiatan promosi budaya dan pariwisata Lampung maka
akan
banyak wisatawan nusantara dan mancanegara yang datang, dengan begitu pendapatan
daerah pun akan meningkat, hal ini menjadi suatu keuntungan bagi sektor
perekonomian Lampung yang akan merambat ke sektor lainnya. Kegiatan promosi
berkaitan dengan salah satu target Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang
tertulis pada Renstra yaitu meningkatkan arus kunjungan wisatawan rata-rata 10
hingga 15 % per tahunnya, peneliti merasa tertarik meneliti strategi komunikasi
yang digunakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung dalam kegiatan
promosi budaya dan pariwisata di Provinsi Lampung untuk mencapai target seperti
tertulis di atas.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah
merupakan fokus dari permasalahan yang diteliti dari suatu fenomena sebagai
batasan dari masalah yang akan diteliti (Moleong, 2010: 92). Berdasarkan latar
belakang yang tertulis di atas, maka dalam penelitian ini terumuskan rumusan
masalah yaitu: Bagaimana strategi
komunikasi yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung
dalam mempromosikan budaya dan pariwisata Lampung?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi komunikasi
yang digunakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung dalam
mempromosikan budaya dan pariwisata Lampung.
1.4 Kegunaan Penelitian
1. Secara
teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih sebagai
literatur ataupun referensi bagi yang tertarik dengan penelitian ilmiah yang
berhubungan dengan strategi komunikasi dalam kegiatan promosi.
2. Secara
praktis penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi sebagai bahan
evaluasi bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung maupun
perusahaan/lembaga/instansi serupa dan terkait.
[1] Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Provinsi Lampung, Selamat Datang di
Lampung, hal.5
[2] Awan
Aprian, 16 Oktober 2011, Tukul
Jalan-Jalan #Part2, www.youtube.com/watch?v=ANReeKP0EA8,
Diunduh pada 13 Oktober 2012, 18.00
[3] Prajalambar, 27 April 2011, Kopi Luwak Lampung Barat di Redaksi Pagi Trans 7 www.katerliwa.com http://www.youtube.com/watch?v=ThAspbliKjU, Diunduh pada 19 Oktober 2012
[4] Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung, 2012, Agenda, http://www.visitlampung.net , Diunduh pada 28 November 2012
[5] Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung, 2009, Rencana
Strategi Tahun 2010 – 2014, hal.10
Tidak ada komentar:
Posting Komentar