Berawal dari kegalauan saya selulusnya dari universitas lampung dengan tambahan gelar S.I.Kom dibelakang nama. Pulang ke Cianjur kota kecil tempat saya dibesarkan. Keinginan sang ibu negara yang menginginkan putri bungsunya mencoba peruntungan di dunia perbankan di kota Cianjur yang beliau anggap sebuah amanat pekerjaan yang 'keren'.
Di sebuah hari yang cerah, saya dan ibu negara sibuk membuat lamaran pekerjaan ke beberapa tempat di kota Jakarta seperti RCTI dan Indosiar, tak ketinggalan di kota Cianjur yg menurut saya ga mungkin jd pekerja tv di kota yg cm ada saluran tv daerah dn itupun ga pernah saya tonton sbelumnya. Durhaka memang, akhirnya saya putuskan melamar ke Hotel Novus Puncak dan atas rekomendasi ibu negara beberapa bank pun turut jd daftar lamaran kerja saya.
Sebetulnya pada saat itu, mungkin hingga sekarang saya masih bingung tujuan hidup saya melalui pekerjaan saya nantinya. Di satu sisi saya ibgin melanjutkan kuliah s2 hingga s3 dan menjadi dosen, bekerja di departemen luar negeri, hingga menjadi Public Relations hotel ternama. Tapi sisi yg kuatnya adalah yaitu saya ingin menemani sang ibu negara di masa tuanya di kota Cianjur, dan semua mimpi saya sebelumnya tak akan terwujud.
Ya, saya memang harus mengambil keputusan sendiri demi masa depan saya sendiri tentunya. ----bersambung....
Minggu, 24 November 2013
Kamis, 07 Februari 2013
bab 2
2.1 Tinjauan tentang Strategi Komunikasi
Secara harfiah
strategi adalah “seni umum” yang berasal dari kata Yunani yaitu strategos. Kata strategos bermakna sebagai (Liliweri, 2011: 240):
- Keputusan untuk melakukan suatu tindakan dalam jangka panjang dengan segala akibatnya.
- Penentuan tingkat kerentanan posisi kita dengan para pesaing (ilmu perang dan bisnis).
- Pemanfaatan sumber daya dan penyebaran informasi yang relatif terbatas terhadap kemungkinan penyadapan informasi oleh para pesaing.
- Penggunaan fasilitas komunikasi untuk penyebaran informasi yang menguntungkan berdasarkan analisis geografis dan topografis.
- Penentuan titik-titik kesamaan dan perbedaan penggunaan sumber daya dalam pasar informasi.
Pada hakikatnya,
strategi adalah suatu perencanaan (planning)
dan manajemen untuk mencapai suatu tujuan. Akan tetapi, untuk mencapai tujuan
tersebut, strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan
arah saja, melainkan mampu menunjukkan taktik operasionalnya (Effendy, 2006:
32). Dalam merumuskan komunikasi untuk mencapai respons yang diinginkan akan
memerlukan penyelesaian tiga masalah: apa yang harus dikatakan (strategi
pesan), bagaimana mengatakannya (strategi kreatif) dan sumber pesan atau siapa
yang harus mengatakannya (Kotler, 2009: 180).
Strategi komunikasi merupakan paduan perencanaan komunikasi (communication planning) dengan
manajemen komunikasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut
Liliweri (2011: 240), strategi komunikasi itu:
- Strategi yang mengartikulasikan, menjelaskan dan mempromosikan suatu visi komunikasi dan satuan tujuan komunikasi dalam rumusan yang baik.
- Strategi untuk menciptakan komunikasi yang konsisten, komunikasi yang dilakukan berdasarkan satu pilihan (keputusan) dari beberapa opsi komunikasi.
- Strategi berbeda dengan taktik, strategi komunikasi menjelaskan tahapan konkret dalam rangkaian aktivitas komunikasi yang berbasis pada satuan teknik bagi pengimplementasian tujuan komunikasi. Adapun taktik adalah satu pilihan tindakan komunikasi tertentu berdasarkan strategi yang telah ditetapkan sebelumnya.
- Adalah tujuan akhir komunikasi, strategi berperan memfasilitasi perubahan perilaku untuk mencapai tujuan komunikasi manajemen.
Strategi komunikasi harus mampu
menunjukkan bagaimana operasionalnya secara praktis dilakukan, dalam arti kata
bahwa pendekatan bisa berbeda sewaktu-waktu bergantung pada situasi dan
kondisi.
Secara sederhana strategi komunikasi mencakup tentang posisi siapa yang
bertindak sebagai komunikator, artinya disini menjelaskan sejauh mana otoritas
yang dapat digunakan saat melakukan komunikasi, selanjutnya maksud dari pesan
yang disampaikan oleh komunikator haruslah spesifik dan jelas agar tidak
terlalu melebar pada saat pelaksanaan sehingga tepat sasaran pada komunikan.
Selain
komunikator, perlu diperhatikan pula bagaimana pesan akan disampaikan, dengan
menimbang kelebihan dan kekurangan dari cara penyampaian pesan dan maksud yang
akan kita capai maka kita harus menimbang pesan disampaikan melalui media yang
seperti apa dan dalam rentang waktu berapa lama. Terakhir adalah pentingnya
pengetahuan bagaimana mengukur dampak yang ditimbulkan dari pesan tersebut,
berkaitan dengan tujuan kita yang menghasilkan feedback dari komunikan.
Dalam penelitian
ini strategi komunikasi didefinisikan sebagai sebuah perencanaan komunikasi (terdapat
unsur-unsur komunikasi) yang disusun dalam kegiatan promosi –pada penelitian ini
promosi budaya dan pariwisata Lampung–. Membahas upaya-upaya yang dilakukan
dengan pendekatan komunikasi yang berlandasakan teori komunikasi.
2.2.1
Fungsi dan
Tujuan Strategi Komunikasi
Strategi komunikasi berfungsi sebagai pematangan
rencana agar komunikasi yang dilakukan menjadi efektif. Sedangkan tujuannya ialah untuk
(Liliweri, 2011: 248):
1. Memberitahu (Announcing)
Strategi bertujuan
untuk memberitahukan informasi inti dari pesan yang ingin disampaikan guna menarik
perhatian sasaran, yang nantinya akan memunculkan informasi-informasi pendukung
lainnya ke permukaan.
2. Memotivasi (Motivating)
Seseorang
melakukan tindakan dimulai dari motivasi yang ia ciptakan, maka dari itu strategi
bertujuan untuk memotivasi seseorang agar melakukan hal berkaitan dengan tujuan
atau isi pesan yang hendak disampaikan.
3. Mendidik (Educating)
Lebih dari
sekedar memberitahu, strategi bertujuan untuk mendidik melalui pesan yang
disampaikan sehingga masyarakat dapat menilai baik buruk atau perlu tidaknya menerima
pesan yang kita sampaikan.
4. Menyebarkan Informasi (Informing)
Untuk
mengefektifkan komunikasi, strategi bertujuan untuk menyebarkan informasi
secara spesifik sesuai dengan sasaran atau target komunikan yang telah
ditentukan.
5. Mendukung Pembuatan Keputusan (Supporting Decision Making)
Strategi
disini bertujuan untuk membuat seseorang berani mengambil keputusan dari
rangkaian penyampaian informasi yang didapatnya.
Strategi
komunikasi dianggap berhasil apabila terlaksana sesuai dengan perencanaan dan tujuan
yang diinginkan oleh komunikator telah tercapai.
2.2.2 Esensi Strategi Komunikasi
Dalam menyampaikan pesan kepada komunikan yang
tergolong kompleks, penting untuk menetapkan strategi yang akan digunakan agar
komunikasi menjadi efektif. Terdapat tiga esensi utama dari praktik strategi
komunikasi yang dikemukakan Liliweri (2011: 249), yaitu:
1.
Strategi
Implementasi
Tahapan dalam strategi
implementasi, antara lain:
a. Mengidentifikasi
visi dan misi. Visi merupakan cita-cita ideal jangka panjang yang dapat dicapai
oleh komunikasi dengan mengandung tujuan, harapan dan cita-cita ideal yang
selanjutnya dijabarkan oleh misi. Visi bagi organisasi mempunyai makna sebagai [1]
a) pemberi nilai tambah bagi kehidupan organisasi baik secara individu,
kelompok, maupun secara keseluruhan organisasi, b) membangun komitmen diantara
angkatan kerja organisasi untuk bergerak maju menuju masa depan yang lebih
baik, c) mengatasi ketakutan akan kegagalan usaha yang mengarah pada kemajuan
dan kebaikan masa depan, d) menantang setiap kemapanan dan status quo yang
merugikan kelangsunagn hidup organisasi. Misi adalah suatu pengaturan komprehensif
dan singkat mengenai tujuan suatu organisasi, program ataupun sub program.
b. Menentukan
program dan kegiatan. Melaksanakan serangkaian aktivitas sesuai dengan
penjabaran misi.
c. Menentukan
tujuan. Dari setiap program yang akan dijalankan biasanya mempunyai tujuan yang
akan diperoleh sebagai salah satu indikator keberhasilan.
d. Mengenali Audiens. Pada tahap ini, komunikator perlu mengenali terlebih dahulu sasaran
komunikasi yang disesuaikan dengan tujuan komunikasi, apakah bersifat
informatif (memberikan informasi saja), persuasif (mengajak) dan instruktif
(memberikan perintah). Dalam pengenalan sasaran, komunikator perlu
memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1) Pesan yang akan disampaikan
disesuaikan dengan pengalaman, pendidikan, status sosial, pola hidup, ideologi
dan keinginan sasaran.
2) Situasi dan kondisi di sekeliling
sasaran pada saat pesan akan disampaikan dapat mempengaruhi penerimaan pesan,
misalnya suasana sedih, sakit dan situasi lingkungan yang tidak mendukung.
e. Mengembangkan Pesan. Setelah
mengenal komunikan, maka perlu untuk mengemas pesan secara tepat, benar dan
menarik minat sasaran. Perlu dilakukan pengkajian tujuan pesan. Namun
sebelumnya harus dipahami dulu isi pesan yang cocok untuk disampaikan. Satu
pesan dapat menggunakan lebih dari satu teknik komunikasi, atau menggunakan
satu atau beberapa lambang (misalnya: bahasa, gambar, warna, gerak tubuh,
suara, dsb). Pemilihan bahasa atau lambang harus disesuaikan dengan komunikan
untuk menghindari bias makna, seperti penggunaan bahasa asing maupun kalimat
konotatif dan ambiguitas.
f. Identifikasi Komunikator.
Kredibilitas komunikator yaitu kemampuan komunikator dalam menumbuhkan
kepercayaan komunikan terhadap pesan. Kepercayaan ini timbul antara lain karena
profesi, kedudukan dan keahlian yang dimiliki komunikator. Kriteria komunikator
berkredibilitas yaitu yang memiliki daya nalar tinggi dan memiliki karakter
serta moral yang baik. Karena komunikator dengan karakter dan kepribaidian yang
kuat dapat menyampaikan pesan dengan makna yang kuat pula.
g. Mekanisme Komunikasi/Media.
Pemilihan media sangat bergantung pada tujuan yang akan dicapai, bentuk pesan
yang akan disampaikan dan teknik komunikasi yang akan dipakai. Media ada banyak
jenisnya, kita dapat menyesuaikan pesan yang akan disampaikan dengan memperhatikan
kelebihan dan kekurangan pada tiap-tiap media. Maka dari itu, tidak menutup
kemungkinan apabila dalam menyampaikan sebuah pesan, media yang digunakan lebih
dari satu.
h. Scan Konteks dan Persaingan. Perlu
adanya perhitungan mengenai resiko dari setiap strategi yang telah ditentukan
agar dapat diantisipasi dengan menyediakan solusi dari setiap permasalahan yang
diduga akan timbul di depannya.
2.
Strategi
Dukungan
Tahapan dalam strategi dukungan
antara lain:
a. Mengembangkan
mitra yang bernilai;
b. Melatih
para pembawa atau penyebar pesan;
c. Mengembangkan
semacam tata aturan bagi kegiatan penyebarluasan informasi kepada audiens;
d. Mengontrol
setiap tahapan/jenis kegiatan.
3.
Strategi
Integrasi
Tahapan dalam strategi integrasi
antara lain:
a. Mengintegrasikan
komunikasi terutama pada level kepemimpinan.
b. Melengkapi
sumber daya.
c. Mengintegrasikan
komunikasi melalui organisasi.
d. Melibatkan
staf pada semua level untuk memberikan dukungan dan integrasi.
2.2.3 Strategi Komunikasi Efektif
Strategi komunikasi yang efektif adalah saat tujuan
dari komunikasi tercapai. Untuk mencapai komunikasi yang efektif maka perlu
diperhatikan hal-hal berikut (Liliweri, 2011: 256):
1. Inovasi
yang adaptif (adaptive inovasion).
Inovasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas komunikasi dengan melakukan suatu
perubahan.
2. Kesatuan
suara (one voice). Seluruh kerabat
kerja melaksanakan kegiatan dengan satu suara atau satu komando.
3. Sesuaikan
waktu (showtime). Semua komunikasi
digambarkan berada tepat di atas pentas.
4. Strategi
mempercepat (strategic speed).
Berkaitan dengan cara kerja yang cepat dan cerdas.
5. Disiplin
berdialog. Pengawasan terhadap ucapan dan presentasi dalam sebuah kegiatan
komunikasi.
2.3 Tinjauan Tentang Promosi
Promosi adalah salah satu unsur dalam keseluruhan
kegiatan pemasaran. Menurut Swastha dan Irawan (2003: 37) promosi adalah arus
informasi dan persuasi suatu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau
organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran. Untuk menunjang kegiatan promosi tersebut diperlukan kegiatan
pelaksanaan promosi. Bauran promosi merupakan gabungan dari
berbagai jenis promosi yang ada untuk suatu produk yang sama agar hasil dari
kegiatan promosi yang dilakukan dapat memberikan hasil yang maksimal.
2.3.1 Tujuan Promosi
Promosi sebagai salah satu bauran
pemasaran (marketing mix) memiliki
sejumlah tujuan yang dapat dijabarkan sebagai berikut[2]:
a. Menyediakan
informasi
Pemberian informasi terkait
produk/jasa yang memberi pengetahuan bagi khalayak dan pengenalan akan
produk/jasa tersebut.
b. Merangsang
permintaan
Dengan mengetahui keunggulan
produk/jasa yang diinformasikan maka akan timbul rangsangan untuk membeli atau
menggukan produk/jasa.
c. Membedakan
produk/jasa
Untuk menciptakan image yang berbeda dengan produk/jasa
serupa dengan mengedepankan karakteristik produk/jasa yang ditawarkan.
d. Mengingatkan
kembali
Untuk mempertahankan perhatian dan
minat khalayak yang telah membeli atau menggunakan produk/jasa agar tidak
berpaling kepada pesaing.
e. Menghadang
pesaing
Untuk menghadang upaya pemasaran
dari pesaing dengan merancang upaya proporsional guna ‘melawan’ kampanye
pesaing.
f. Menjawab
berita negatif
Untuk meluruskan pemberitaan
negatif terkait produk/jasa agar image
yang sudah ada tidak rusak.
g. Memuluskan
fluktuasi-fluktuasi permintaan
Meningkatkan minat khalayak untuk
tetap loyal kepada produk/jasa yang kita tawarkan.
h. Membujuk
para pengambil keputusan
Pihak-pihak yang sering bekerja
sama dengan media promosi akan dapat melihat produk/jasa yang kita miliki
karena mendapatkan pengaruh dari media tersebut hiingga akhirnya menimbulkan
permintaan.
2.3.2
Macam Media
Promosi
Terdapat
dua macam media promosi yang biasa dilakukan dalam melakukan kegiatan promosi,
diantaranya:
1. Media
promosi berbasis cetak
Maksud dari media promosi berbasis
cetak adalah media promosi yang dilakukan atau dibuat dengan menggunakan
bantuan jasa percetakan dalam pembuatannya. Adapun jenis media promosi berbasis
cetak adalah: brosur, catalog,
selebaran/flyer, pamphlet, poster, billboard,
megatron, baliho, banner.
2. Media
promosi berbasis elektronik atau digital
Seiring dengan perkembangan
teknologi yang ada dan lebih modern sehingga menjadikan media-media promosipun
lebih berkembang hingga merambah ke media elektronik dan digital. Media promosi
ini biasanya digunakan untuk promosi dengan sasaran khalayak yang luas.
Selain dengan
menggunakan media-media yang tercantum di atas, promosi juga dilakukan dengan
beragam cara penyebaran dan penyampaiannya seperti halnya promosi secara
langsung. Apabila pemahaman akan pemilihan media promosi masih dirasakan belum
maksimal maka sebelum melakukan promosi sebaiknya dilakukan perencanaan matang
yang mencakup bauran promosi sebagai berikut [3]:
1. Iklan
seperti pada iklan koran, majalah, radio, katalog, poster.
2. Publisitas
positif maksimal dari pihak-pihak luar.
3. Promosi
dari mulut ke mulut dengan memaksimalkan hal-hal positif.
4. Promosi
penjualan dengan ikut pameran dan membagikan sampel.
5. Public relations/PR yang mengupayakan
produk diterima masyarakat.
6. Personal selling/penjualan personil yang
dilakukan tatap muka langsung.
Tujuan
utama dari promosi adalah menginformasikan, mempengaruhi dan membujuk serta
mengingatkan pelanggan sasaran tentang perusahaan dan bauran pemasarannya[4].
Tujuan promosi budaya dan pariwisata yang dimaksud pada penelitian ini adalah kegiatan
untuk menginformasikan hal-hal terkait budaya dan pariwisata Lampung yang
dianggap perlu untuk dapat membujuk serta mengingatkan masyarakat pada
kelebihan-kelebihan budaya dan pariwisata Lampung sehingga yang bersangkutan memiliki
ketertarikan akan budaya dan pariwisata Lampung dan keinginan untuk datang berkunjung.
Kegiatan
promosi harus dilakukan melalui media komunikasi yang efektif, sebab masyarakat
yang menjadi sasaran promosi budaya dan pariwisata adalah sekumpulan orang yang
bersifat kompleks karena tersebar di banyak tempat dengan latar belakang dan
kondisi yang berbeda-beda satu dengan lainnya, sehingga mereka mempunyai pandangan
dan keinginan atau kebutuhan yang berbeda pula akan budaya dan pariwisata.
2.4 Tinjauan Tentang Budaya Lampung
Kebudayaan secara umum dapat
diartikan sebagai ways of life, cara
hidup atau pandangan hidup yang meliputi cara berpikir, berencana dan
bertindak, serta segala hasil karya manusia yang dianggap berguna (Syani, 2005:
149). Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, budaya adalah pikiran atau akal budi. Mengenai kebudayaan merupakan
sejumlah sikap, keyakinan dan perasaan pada hal tertentu yang mendasari,
mengarahkan dan memberi arti pada tingkah laku dan proses. Budaya adalah
suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok
orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk
dari banyak unsur yang rumit, termasuk di
dalamnya terdapat sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan dan karya seni.
Dengan luas wilayah 3.528.835 Ha Lampung
terbagi menjadi 14 kabupaten/kota serta 162 kecamatan dan 2.133 desa, dengan
beragam kebudayaan dan potensi pariwisata. Provinsi Lampung memiliki kekayaan
dan sumber daya wisata yang beragam, yang meliputi wisata alam, wisata budaya
dan wisata sumber daya buatan. Potensi produk wisata provinsi lampung tersebar
di 14 kabupaten yang berada di provinsi ini dengan berbagai macam keunikan dan
ciri khas sendiri sehingga membuat Provinsi Lampung mempunyai keunggulan dan
peluang yang sangat tinggi untuk memajukan aset-aset pariwisatanya (Disbudpar,
2009: 1).
Masyarakat adat Lampung berdasarkan lokasi kediamannya
dapat dibedakan menjadi dua, yakni masyarakat Lampung peminggir (Sebatin) dan masyarakat Lampung pedalaman
(Pepadun).
Pada tahun
1928, Pemerintah Hindia Belanda mengatur kembali struktur persekutuan hukum
adat yang berbentuk marga, melalui marga Regering
Voor de Lampungche Districten, sehingga di Lampung terdapat
sebanyak 83 marga, 78 marga diantaranya merupakan marga mayoritas berpenduduk
Lampung asli[5].
Lampung
memiliki kebudayaan yang beragam, hal ini didukung dengan terdapatnya
peninggalan sejarah dan purbakala yang bisa kita ketahui dengan mendatangi museum daerah. Akan tetapi sangat disayangkan bahwa tingkat
pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai budaya masih tergolong rendah, terlebih dengan masuknya pengaruh budaya asing yang seakan
kian mengikis kebudayaan asli warisan nenek moyang.
Hal ini terlihat dari masyarakat Lampung di daerah perkotaan yang sudah jarang menggunakan bahasa Lampung dalam percakapan
sehari-hari mereka. Akan tetapi mayoritas masyarakat Lampung masih memegang
falsafah hidup masyarakat Lampung asli yaitu “piil
pesenggiri” yang meliputi berjuluk
beaduk, nemui nyimah, nengah nyapur dan sakai sembayan. Maksud dari piil pesenggiri yaitu rasa malu apabila
tidak berbuat yang baik bagi tanah Lampung.
Pada tahun 2009 jumlah organisasi kesenian yang dibina di
Provinsi Lampung tercatat 741 cabang organisasi kesenian yang bersifat seni
tradisional dan kreasi baru yang tersebar di berbagai wilayah. Cabang
organisasi seni tersebut meliputi seni tari 147 organisasi, seni musik 87
organisasi, seni teater 15 organisasi dan seni rupa 30 organisasi.
Hingga saat ini di Provinsi Lampung terdata 4.800 benda cagar
budaya yang dimiliki masyarakat dan 93 lokasi/komplek situs kepurbakalaan yang
tersebar di berbagai daerah. Situs kepurbakalaan terdiri dari peninggalan zaman
pra sejarah, klasik, Islam, kolonial dan kemerdekaan. Situs kepurbakalaan zaman
pra sejarah antara lain Taman Purbakala Pugungharjo di Lampung Timur, Situs
Batu Bedil di Tanggamus dan Situs Kebon Tebu di Lampung Barat berupa menhir dan
dolmen[6].
Situs kepurbakalaan Islam berupa kuburan kuno di Bentengsari Lampung Timur dan
makam Islam di Wonosobo Tanggamus.
Sedangkan situs kesejarahan antara lain makam pahlawan
nasional Raden Inten II di Lampung Selatan. Museum Ruwa Jurai pada tahun 2008
tercatat sebanyak 4.600 koleksi yang berasal dari berbagai jenis koleksi
bernilai sejarah, budaya dan ilmu pengetahuan. Jumlah warga yang berkunjung
pada tahun 2008 sebanyak 12.000 orang terdiri dari wisatawan domestik dan
mancanegara (Renstra, 2009: 11).
2.5
Tinjauan Tentang Pariwisata Lampung
Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh
seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan
rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata
yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara. Wisatawan adalah orang yang
melakukan wisata. Menurut Organisasi Pariwisata Dunia, seorang wisatawan atau
turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80
kilometer (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi.
Pariwisata adalah berbagai
macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang
disediakan masyarakat, pengusaha, pemerintah dan pemerintah daerah. Sedangkan
kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan
bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan
setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat
setempat, sesama wisatawan, pemerintah, pemerintah daerah dan pengusaha[7].
Ada 4 (empat)
ktriteria suatu perjalanan dapat disebut sebagai perjalanan pariwisata, yaitu:
1.
Perjalanan itu tujuannya semata-mata
untuk bersenang-senang;
2.
Perjalanan itu harus dilakukan dari
suatu tempat (domisilinya) ke tempat lain (bukan domisilinya);
3.
Perjalanan itu dilakukan minimal 24 jam;
4. Perjalanan
tidak dikaitkan dengan mencari nafkah di tempat yang dikunjungi dan orang yang melakukan
perjalanan semata-mata sebagai konsumen di tempat yang dikunjunginya.
Pada tahun 2009, jumlah
objek pariwisata di Lampung tercatat sebanyak 275 objek wisata. Terdiri dari
objek wisata alam, 221 objek wisata buatan dan 54 objek wisata budaya yang
tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung[8]. Objek wisata yang menjadi Kawasan Wisata Unggulan
Lampung yaitu Gugusan Gunung Krakatau yang memang sudah dikenal oleh banyak
negara karena tragedi letusannya semasa penjajahan dahulu, Objek Wisata Way
Kambas yaitu tempat konservasi dan pelatihan gajah, Menara Siger yang merupakan
salah satu icon Lampung berada tepat
di Lampung Selatan yang merupakan gerbang utama Pulau Sumatera sehingga tingkat
kepadatan lalu lintas pembangunan yang tinggi serta kemauan politik (political will) dijadikan Pemda sebagai
salah satu sektor unggulan.
Selanjutnya terdapat Ekowisata
Teluk Kiluan yang menyajikan pemandangan laut berhiaskan tarian lumba-lumba,
Kawasan Wisata Bahari Tanjung Setia yang menjadi salah satu surganya peselancar
karena gulungan ombaknya dan berbagai objek wisata lainnya. Bukit Barisan
Selatan merupakan hutan tropis yang asli dan masih asri, terakhir yaitu wisata
Kota Bandar Lampung dengan segala kekhasan Lampung di dalamnya.
Segala keunggulan alam yang dimiliki Lampung tidak akan
maksimal tanpa adanya dukungan sarana dan prasarana, transportasi, air bersih,
listrik, komunikasi) yang memadai. Hingga saat ini infrastruktur yang sudah ada
dinilai belum memadai, seperti halnya Bandara Radin Inten II yang belum
berskala internasional, hal ini disebabkan karena keterbatasan anggaran yang
tersedia (Resntra, 2009: 25).
2.6 Landasan Teori
Larry Laudan
dalam Ardianto (2009: 61) mengusulkan bahwa fungsi utama dari teori adalah
untuk memecahkan masalah. Laudan menulis bahwa “pengujian awal dan penting
untuk teori adalah apakah ia memberikan jawaban yang bisa diterima atas
pertanyaan menarik; dengan kata lain, apakah memberikan solusi yang memuaskan
atas masalah-masalah yang penting”. Untuk mencapai tujuan komunikasi diperlukan
adanya pemilihan strategi komunikasi yang di dalamnya bentuk pesan menyesuaikan
fungsinya.
Charles Berger
dalam Littlejohn (2009: 184) menjelaskan tentang perencanaan dalam komunikasi
bahwa rencana-rencana dari perilaku komunikasi adalah “representasi kognitif
hierarki dari rangkaian tindakan mencapai tujuan”. Artinya bahwa rencana-rencana
merupakan gambaran dari setiap langkah-langkah yang diambil untuk memenuhi
sebuah tujuan. Berger memperkirakan bahwa semakin banyak hal yang diketahui
(khusus dan umum) dan motivasi yang ada maka akan semakin kompleks suatu
perencanaan.
Suatu
perencanaan pesan dalam strategi komunikasi dapat memungkinkan tercapainya
banyak tujuan. Tujuan seperti disusun dalam suatu hierarki dan untuk mencapai
tujuan tertentu, terlebih dahulu dicapai tujuan lainnya atau sebaliknya. Teori Perencanaan
oleh Berger ini dianggap paling mewakili penelitian ini karena dalam penentuan
strategi, perencanaan pesan merupakan komponen yang paling berpengaruh dalam meraih
tujuan.
Selain teori
perencanaan milik Berger, teori perbedaan individu milik Melvin L. DeFleur dapat menjadi acuan untuk
menganalisa pula strategi yang digunakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Provinsi Lampung. Teori ini menelaah
perbedaan-perbedaan diantara individu sebagai sasaran media massa (salah satu
media promosi) sehingga menimbulkan efek tertentu.
Menurut teori ini, individu sebagai anggota khalayak
sasaran media massa secara selektif, menaruh perhatian kepada pesan yang berkaitan
dengan kepentingannya. Konsisten dengan sikap-sikapnya, sesuai dengan kepercayaannya
yang didukung oleh nilai-nilainya. Anggapan dasar dari teori ini adalah bahwa
manusia amat bervariasi dalam organisasi psikologisnya secara pribadi. Teori
ini juga mengandung rangsangan-rangsangan khusus yang menimbulkan interaksi
yang berbeda dengan watak-watak perorangan anggota khalayak, karena terdapat
perbedaan individual pada setiap pribadi anggota khalayak [9].
2.7 Kerangka Pikir Penelitian
Pada pra riset
diketahui bahwa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung menggunakan
strategi komunikasi dalam mempromosikan budaya dan pariwisata yang ada di
Lampung. Karena semakin banyaknya budaya asing yang masuk ke Indonesia khususnya
Lampung maka minat wisata masyarakat pun akan tertuju pada negara asing. Maka
kebudayaan dan pariwisata Lampung harus dibentuk agar menjadi primadona di
negaranya dan menjadi idola bagi negara lain.
Strategi
komunikasi dalam kegiatan promosi budaya dan pariwisata terlihat dari bentuk-bentuk
kegiatan promosi yang mengkomunikasikan pada masyarakat mengenai kebudayaan dan
pariwisata yang ada di Lampung. Dimulai dengan mengangkat sejarah-sejarah
terkait Lampung yang diakui dunia hingga mengeksplorasi potensi pariwisata yang
ada di seluruh wilayah Lampung. Dengan menyadari keinginan masyarakat yang tak
hanya sekedar ingin tahu mengenai sejarah atau asal usul budaya dan pariwisata
Lampung, maka kegiatan promosi dikemas dengan kegiatan yang menarik baik dengan
mencoba menyuguhkan kepuasan seni hingga mendatangan keuntungan materiil
bergantung motivasi masyarakat.
Dengan
perencanaan yang disusun dalam sebuah strategi komunikasi maka selanjutnya
diteliti dan dianalisis dengan menggunakan teori yang relevan, maka akan
diketahui bagaimana strategi komunikasi yang digunakan hingga muncul kebijakan
dan program-program promosi yang nantinya akan disimpulkan.
Bagan
1. Kerangka Pikir
![]() |
|||||||||||||
![]() |
|||||||||||||
![]() |
|||||||||||||
[1] 25 Agustus 2011. id.shvoong.com Hukum Politik dan
Administrasi negara Diunduh pada 16 Januari 2013
[2] Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Provinsi Lampung, Bidang Pemasaran, Pemasaran
dan Promosi, Pengertian dan Fungsi
Promosi.
[3] godam64,
2008, Bauran Promosi, http://organisasi.org/definisi-pengertian-promosi-fungsi-tujuan-bauran-promosi-promotional-mix-produk,
Komunitas & Perpustakaan Online Indonesia. Diunduh pada 5 November
2012, 16.00
[4] godam64,
2008, Bauran Promosi, http://organisasi.org/definisi-pengertian-promosi-fungsi-tujuan-bauran-promosi-promotional-mix-produk,
Komunitas & Perpustakaan Online Indonesia. Diunduh pada 5 November
2012, 16.00
[5] Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung, 2010, Sekilas Tentang Lampung, www.visitlampung.com,
Diunduh pada 9 Oktober 2012
[6] Batu tunggal (monolith) yang
berasal dari periode Neolitikum (6000/4000) SM – 2000SM, lengkapnya di
http://id.m.wikipedia.org/wiki/menhir
[7] UU RI No.10 tahun 2009 tentang
Kepariwisataan
[8] Database Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi
Lampung, Lampung Dalam Angka, 2011
[9] Halimah Sadiyah
M.Si, 3 Juni 2009, Teori-Teori Produksi
Pesan, Komunitaspr’s blog. http://komunitaspr.wordpress.com/2009/06/03/teori-teori-produksi-pesan/
, Diunduh 31 Oktober 2012
Langganan:
Postingan (Atom)


