"Aduh.. Dia sih enak naik mobil, gue kan cuma naek motor"
"Handphone dia kan enak kameranya 3,5 megapixel. Gue Cuma VGA"
"Duitnya banyak, jadi bisa ngikutin mode, gue baju kuliah aja Cuma yang itu-itu doang"
"Mama… bosen nih makan sama sayur asem lagi, ikan teri lagi. Di rumah Tasya tadi dihidangin lobster"
Kalimat-kalimat mengeluh itu mungkin atau pasti pernah kita ucapkan (walau gak persis, tapi dalam konteks yang serupa).
Mengeluh, bersungut-sungut saya rasa adalah ungkapan ketidakpuasan yang diterimanya atas kepuasan yang telah ia bayangkan sebelumnya.
Ada satu contoh yang mau saya bagikan,
kusruk..kusruk..kusruk..
bunyi kantong-kantong plastik yang sedang diacak-acak oleh tangan mungil milik anak perempuan yang kemungkinan umurnya baru delapan tahun.
Dia mengacak-acak plastik itu di tempat yang tidak layak disentuh oleh tangan mungilnya.
Tempat sampah .! ya, ada yang sedang ia cari di tempat yang berbau busuk itu.
Barang-barang yang dapat didaur ulang seperti plastik,kaca,atau benda-benda lainnya. Syukur-syukur dapat makanan sisa yang belum berbau (begitu tutur si gadis cilik).
Miris banget . . .
Dia lakuin itu buat tetep bias bertahan hidup. Barang yang dia dapet nanti dijual ke agen barang bakas, makin banyak dan berguna barang itu, makin banyak duit yang dia terima. (apa kita musti buang barang berharga ke tempat sampah?hehe)
Kemana orang tuanya? Itu pasti jadi pertanyaan pertama yang muncul.
orangtuanya miskin, hanya buruh atau pembantu, dia 10 bersaudara. Ayahnya sakit-sakitan, ibunya sudah meninggal, dia yatim piatu,bla.bla.bla.
Jelas itu bukan mau si anak, dia tidak memilih untuk menjalani hidup seperti ini.
Lalu apa pantas kita yang masih dapat makan 3 kali sehari, pakaian masih layak, punya handphone, kenal facebook, mengecap pendidikan, mengeluh ?
C’mon . tidak puas itu manusiawi . tapi bersyukur atau mengeluh adalah pilihan . dan ingat setiap pilihan ada akibatnya. Bersyukur membuat kita lebih menghargai apa yang Tuhan sudah kasih, dan percaya sama saya, bersyukur membuat kepala kita lebih adem disbanding mengeluh dan mengoceh yang membuat muka kita kelihatan 60 hari lebih tua dari umur kita sebenarnya . Percaya saja, dengan bersyukur, berkatNya akan dilimpahkan pada kita .!
Kamis, 11 Februari 2010
Rabu, 10 Februari 2010
untuk beliau, yang kucinta setengah mati
Tiba-tiba aku terpaku .
Diam tak dapat melakukan apa-apa.
Hening tak berkata apa-apa.
Mengingat beliau yang kucinta setengah mati
Pikiranku melayang, teringat pada memori-memori yang sangat kuat
Peristiwa beberapa tahun yang lalu
Disaat dia masih mampu merangkulku
Ketika aku mampu mengecup pipinya
Ucapannya menjadi nasihat
Rangkulannya menjadi obat
Senyumnya menjadi kebanggan
Nyanyiannya menjadi kekuatan
Tatapannya menjadi keyakinan
Doanya yang memberkatiku
Beliau, yang kucinta setengah mati
Amarahmu tak pernah sampai di tubuhku
Petuahmu slalu terngiang di telingaku
Biar orang berkata apa tentangku, aku tetap aku yang slalu kau bela
Slalu kau banggakan didepan orang
dengan segala kekuranganku dan dengan segala rasa syukurmu ,
dan aku mampu berkata pada dunia bahwa
kau,
adalah rasa syukur terdalam yang pernah kumiliki .
Tak sanggup aku membalas jasamu
Membayar jerih keringatmu
Mengganti tetes darah yag kau cucurkan
Namun,
Menjadi kebanggaanmu adalah tujuan akhir hidupku
Membuat namamu harum dengan segala yang aku punya
Dengan segala yang aku persembahkan, beralaskan dirimu
Ketika matamu tertutup
Aku tau maafmu slalu terbuka
Ketika jasadmu mati
Aku tahu cinta slalu hidup dalamku
Ketika kau tak lagi dapat kuraih
Aku tahu kau telah meraih-Nya
Tuhan,
Beliau yang kucintai setengah mati
Ibu dan Ayah .
Orangtua terhebat di seluruh dunia
Untuk kita yang punya orangtua terhebat di dunia :)
Diam tak dapat melakukan apa-apa.
Hening tak berkata apa-apa.
Mengingat beliau yang kucinta setengah mati
Pikiranku melayang, teringat pada memori-memori yang sangat kuat
Peristiwa beberapa tahun yang lalu
Disaat dia masih mampu merangkulku
Ketika aku mampu mengecup pipinya
Ucapannya menjadi nasihat
Rangkulannya menjadi obat
Senyumnya menjadi kebanggan
Nyanyiannya menjadi kekuatan
Tatapannya menjadi keyakinan
Doanya yang memberkatiku
Beliau, yang kucinta setengah mati
Amarahmu tak pernah sampai di tubuhku
Petuahmu slalu terngiang di telingaku
Biar orang berkata apa tentangku, aku tetap aku yang slalu kau bela
Slalu kau banggakan didepan orang
dengan segala kekuranganku dan dengan segala rasa syukurmu ,
dan aku mampu berkata pada dunia bahwa
kau,
adalah rasa syukur terdalam yang pernah kumiliki .
Tak sanggup aku membalas jasamu
Membayar jerih keringatmu
Mengganti tetes darah yag kau cucurkan
Namun,
Menjadi kebanggaanmu adalah tujuan akhir hidupku
Membuat namamu harum dengan segala yang aku punya
Dengan segala yang aku persembahkan, beralaskan dirimu
Ketika matamu tertutup
Aku tau maafmu slalu terbuka
Ketika jasadmu mati
Aku tahu cinta slalu hidup dalamku
Ketika kau tak lagi dapat kuraih
Aku tahu kau telah meraih-Nya
Tuhan,
Beliau yang kucintai setengah mati
Ibu dan Ayah .
Orangtua terhebat di seluruh dunia
Untuk kita yang punya orangtua terhebat di dunia :)
Langganan:
Postingan (Atom)